Popular posts

Minggu, 15 September 2013

Cara Membuat Naskah Teater

Membuat naskah teater awalnya tidak pernah niat, tapi gara-gara suatu keterpepetan :D dan pemakssaan jadilah sebuah naskah yang digunakan dalam penampilan teater disekolah diacara tahunan. Ada arasa bangga yang tidak bisa terlukiskan, #jiah lebay. tapi yang pasti kalo menurut saya cara membuat naskah teater itu harus yang suka menghayal, seperti saya wkwkwwk Khayalannya tingkat Astronomi #gak nyambung .
Menulis naskah Drama/ Teater sangatlah menyenangkan, apalagi ketika kita bisa melihat apa yang kita tulis kemudian ada di atas panggung. Menyenangkan ketika kita melihat apa yang tadinya ada di alam khayal, menjadi nyata di atas panggung. (kata orang)
kurang lebih berikut ada beberapa langkah dasar untuk menulis naskah. Ada 4 langkah awal, yaitu:
  • Menentukan TEMA
  • Menetapkan PREMIS
  • Menyusun PLOT/KERANGKA ADEGAN
  • Menulis SINOPSIS
Langkah pertama, menentukan TEMA, adalah hal yang paling dasar sebelum kita memulai proses menulis, dimana kita menentukan pikiran dasar atau Pokok pikiran. Tema biasanya hanya terdiri dari satu sampai dua kata saja. Misal: Pendidikan, Kemiskinan, Perlawanan, Kenakalan Remaja dan lain-lain.
Kemudian menentukan PREMIS, sebuah kalimat yang mengambarkan secara umum tentang cerita yang akan disampaikan, tapi lebih spesifik dibanding TEMA, Misal: Seorang pemuda yang mencari ibunya yang meninggalkannya di panti asuhan. Nah ini yang kemudian menjadi semacam panduan Utama dalam menulis naskah.
Selanjutnya kita mulai menyusun PLOT/Kerangka Adegan yang merupakan bentuk detail dari premis. Plot/Kerangka adalah susunan peristiwa yang saling berhubungan sebagai sebuah proses sebab akibat. Plot yang disusun dipecah menjadi beberapa tahapan cerita yang berhubungan dengan Design dramatik sebuah naskah. Jadi plot umumnya terdiri dari :
  • Pendahuluan
  • Konflik
  • Klimaks
  • Solusi
  • Kesimpulan
Dari lima poin di atas, untuk mudahnya dapat langsung ditentukan masing-masing poin itu mewakili satu adegan.  Jadi sudah ada lima adegan.  Sehingga dapat memudahkan penulisan, bahkan bisa dikerjakan secara tidak berurutan sesuai inspirasi yang hadir lebih dahulu.
Yang terakhir adalah menulis SINOPSIS. Sinopsis adalah gambaran cerita secara keseluruhan yang ditulis dengan menggunakan  bahasa yang menarik, lugas dan tidak bertele-tele. Selain sebagai panduan penulis, Sinopsi juga digunakan sebagai penghantar cerita kepada pihak-pihak yang membutuhkan gambaran umum cerita, bisa produser, sponsor ataupun kurator.
Bagian-Bagian Naskah
  • Dialog dari tokoh-tokoh
  • Catatan (anotasi) pengadeganan atau tindakan tokoh-tokoh/ Stage direction
  • Deskripsi Tokoh
  • Deskripsi Tempat dan Waktu
  • Pembagian Babak dan Adegan

Setelah semua tersusun, maka mulailah menulis naskah sesuai perencanaan yang sudah disiapkan. dan mulailah berimajinasi dengan duniamu sendiri (yang positif yo..!!)

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik atau boleh dikosongkan :)